HARAPAN BARU: Dengan diresmikannya Pasar Anom Baru Blok A, diharapkan bisa menggenjot PAD dari sektor pasar yang selama ini belum mencapai target. KM/Fathor Rahman

Swasta Bakal Kelola Pasar Anom Baru

121 views

 

KORANKABAR.COM(SUMENEP) -Selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar dinilai masih rendah. Sebab pada tahun 2015 yang ditarget Rp2 miliar, PAD Sumenep yang diperoleh dari pasar hanya Rp1,86 miliar.

Seiring dengan diresmikan dan beroperasinya Pasar Anom Baru Blok A yang terbakar tahun 2007 lalu diharapkan mampu mendongkrak PAD. Hal itu itu akan terwujud jika pasar yang baru saja diresmikan itu dikelola secara profesional.

“Tentu saja saya berharap supaya bisa menggenjot dan menambah PAD yang lebih besar lagi dari pasar. Makanya Pasar Anom Baru Blok A harus dikelola secara profesional, bukan malah dikelola secara tidak serius,” kata Bupati Sumenep A Busyro Karim.

Menurut mantan ketua DPRD dua periode itu, saat ini meskipun masih belum ada keputusan, demi terus menggali PAD dari retribusi, Pasar Anom Baru Blok A yang dibangun dengan anggaran Rp40,700 miliar dari pihak swasta itu direncanakan pengelolanya akan dipihakketigakan .

“Meski belum diputuskan, rencananya Pasar Anom Baru Blok A akan dikelola oleh swasta. Dalam artian, tidak akan dikelola oleh Pemkab. Karena kami menilai, pasar itu akan lebih baik jika dikelola oleh pihak swasta dibandingkan Pemkab,” jelasnya.

Dengan demikian, diharapkan pengembangan pasar di kota Sumekar terus berlanjut dari pihak swasta. Ketika dikelola secara profesional oleh pihak ketiga, pasar Anom Blok A diharapkan pengelolaannya dijadikan pasar semi modern. Itu harus dilakukan demi membuat nyaman para pedagang dan utamanya para pelanggan atau pengunjung pasar karena tidak pengap lagi, apalagi becek.

“Untuk dikelola dengan semi modern, bangunan pasar Anom Baru Blok A itu sudah mendukung. Karena bangunan pasar baru dibangun secara tertata rapi. Karena yang kami harapkan, pengunjung tidak perlu lagi buka sepatu ketika masuk ke pasar lantaran becek. Itu semua sulit teralisasi jika tidak dikelola dengan semi modern, pengelolaannya profesional. Makanya harus dikelola profesional,” tegasnya memaparkan.

Sumenep selama ini menghendaki memiliki pasar seperti yang ada di daerah lain, pasar tradisional tapi karena dikelola dengan baik secara profesional sehingga bisa menjadi pasar semi modern.

“Jadi kami tekankan, pasar Anom Baru Blok A ini menjadi pasar yang berbeda dengan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sumenep. Tentunya jika dikelola swasta dan profesional,” tambahnya.

Kabid Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi, pasar yang membutuhkan waktu sekitar 8 tahun untuk selesai dengan berbagai kendala dan persoalan itu direncanakan akan menambah jam buka.

“Kami rencanakan untuk dibuka hingga malam hari, tapi regulasinya masih belum ada. Karena masih banyak yang harus menjadi pertimbangan, utamanya dari segi keamanan,” katanya. (ong/rei)

 

Related Search