DIASINGKAN: Tampak sebagian daerah Pulau Mandangin, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kota Sampang. (KM/SYAMSUL ARIFIN)

Syarat Pendidikan Husky Tak ‘Sentuh’ Warga Mandangin

KORANKABAR (SAMPANG)-PT Husky CNOOC Madura Limited (HCML) sebagai salah satu perusahaan yang akan mengelola migas di daerah Pulau Mandangin, Sampang memberikan kesempatan pendidikan gratis kepada sejumlah pemuda yang berada di daerah terdampak (Camplong-Sampang).

Namun dari 26 pemuda yang diberi pendidikan gratis, tidak satupun yang berasal dari Pulau Mandangin, padahal pulau tersebut menjadi daerah terdekat dengan wilayah operasi HCML.

Agus Utomo yang mewakili Kabag Perekonomian Pemkab Sampang mengatakan, memang dari sejumlah pemuda yang diberi pendidikan gratis itu, tidak ada satupun yang berasal dari Pulau Mandangin, dengan alasan tidak ada pemuda setempat yang memenuhi syarat.

“Syaratnya adalah siswa SMK/SMA yang lulusan jurusan teknik dan IPA, sementara pemuda asal Mandangin yang mendaftar adalah lulusan akuntansi, sehingga pemuda asal Pulau Mandangin tidak mendapat peluang,” dalihnya, Kamis (4/6).

Menurutnya, syarat tersebut ditentukan oleh pihak PT HCML, sehingga persyaratan tersebut tidak bisa diubah meskipun pada hakekatnya Mandangin merupakan daerah terdampak utama.

“Memang semestinya yang paling berhak mendapatkan pendidikan gratis itu adalah pemuda asal Mandangin. Tapi karena mereka tidak memenuhi persyaratan, maka pemuda asal Kecamatan Camplong dan Kota Sampang yang berhak, karena mereka memenuhi syarat,” paparnya.

Sementara itu Hamim Tohari selaku humas PT HCML sampai sejauh ini belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut, sebab saat dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan apapun.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, 26 pemuda itu akan mendapat pendidikan gratis di salah satu sekolah tinggi di Bojonegoro. Sementara 4 orang terbaik akan dipekerjakan di internal PT HCML. (sam/h4d)

Related Search