SIMAK MATERI: Sejumlah guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Probolinggo sedang mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu. (KP/Dokumen)

Tak Linier, Sertifikasi Bisa Hangus

3799 views

MAYANGAN-Meski sudah mendapatkan sertifikasi, namun para guru tidak boleh merasa sudah ada di titik aman. Sebab sertifikasi mereka bisa hangus, apalagi jika sertifikat yang dikantongi, tidak linier dengan mata pelajaran yang diajarkan. Di Kota Probolinggo, ada sejumlah guru yang mengalami masalah tersebut.

Ada sebanyak 1.928 guru PNS di Kota Probolinggo yang sudah mendapatkan sertifikasi. Mereka mengajar dari tingkat TK hingga SMA/SMK. “Yang belum linier adalah guru mata pelajaran TI (teknik informatika),” ungkap Kabid Ketenagaan pada Dispendik setempat Hartono, kemarin (19/3).

Menurut Hartono, guru yang sertifikat dan mata pelajarannya tak linier itu punya kesempatan cukup terbatas. “Para guru yang tidak linier sertifikasinya itu punya waktu sampai 2016. Ini tidak hanya berlaku bagi guru PNS. Tapi juga guru non PNS,” ungkapnya.

Para guru itu terkendala aturan sertifikasi yang menyebutkan bahwa mata pelajaran harus linier dengan sertifikat yang dimiliki. Menjadi tidak linier, hal itu kata Hartono karena para guru teknik itu dimutasi ke sekolah yang tak tidak ada kaitannya dengan TI. Sehingga para guru dengan ijazah TI berikut sertifikatnya, tidak lagi linier dengan pelajaran yang diajarkan pada siswa. “Sejauh ini ada beberapa guru TI,” sebut Hartono tanpa merinci lebih jauh.

Selain guru TI, ada sejumlah guru lain di tingkat SMP dan SMA mengalami kasus yang sama. “Tapi mereka mengaku akan kuliah lagi untuk menyamakan antara pelajaran yang diajarkan dengan ijazah pendidik,” katanya.

Selain kuliah lagi, ada jalan lain yang bisa ditempuh oleh  pendidik yang tidak linier. Yakni dengan dimutasi ke lembaga lain untuk menyesuaikan dengan ijazah yang dimiliki guru terkait.

Sementara untuk SD, relatif tidak banyak kasus serupa. Sebab porsi jam mengajar di SD maupun porsi mata pelajarannya lebih banyak daripada tingkat SMP dan SMA/SMK. “Meskipun ijazahnya matematika (yang porsi jam mengajarnya sedikit), masih dianggap linier jika menjadi guru kelas,” ungkapnya.

Dispendik pun tidak tinggal diam. Sejak tahun lalu Dispendik telah memberikan arahan dan sosialisasi terhadap guru yang tidak linier sertifikasinya. Mengingat konsekuensinya cukup berat bagi guru bersangkutan. Di mana sertifikasinya akan dihanguskan. “Namun saya nyatakan lagi, itu baru belaku pada akhir 2016 mendatang,” terangnya. (rul/dik)

Related Search