Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari (KP/Dokumen)

Tantri: Batasi Ruang Lingkup Tengkulak

2096 views

Sementara itu, panen raya diperkirakan terjadi April mendatang. Agar harga jual tidak turun, pemkab telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Di antaranya dengan mengumpulkan para pembeli gabah untuk menghindari langkah spekulasi. Tujuannya mendekatkan petani dengan pembeli agar tidak ada permainan harga. “Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar ruang gerak tengkulak menyempit,” ujar Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari, kemarin (19/3).

Menurut Tantri, fakta bahwa petani cenderung menjual hasil panen ke tengkulak memang sudah lama terjadi. Jangankan menghilangkan kebiasaan itu, mengurangi saja pun sulit. “Pemkab akan berupaya mengontrol agar harga jual dari petani kepada penjual, tidak rendah. Sebab itu akan merugikan petani,” terang istri dari Anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin ini.

Meski demikian Tantri menyebut produksi gabah di Kabupaten Probolinggo, selalu meningkat beberapa tahun terakhir. Pada 2011, angka produksi mencapai 309.069 ton dengan produktivitas 5,13 ton per hektare. Kemudian di 2012 angka produksi meningkat menjadi 316.423 ton dengan produktivitas 5,54 ton per hektar.

Sedangkan pada 2013 angka produksi mencapai 329.390 ton dengan produktivitas 5,4 ton per hektare. Tahun lalu, capaiannya menjadi 335.115 ton dengan produktivitas 5,4 ton per hektare. Tahun ini produksi gabah ditargetkan sebanyak 340.000 ton.

Selain itu, cara mengurangi kerugian di kalangan petani adalah dengan memaksimalkan potensi Sistem Resi Gudang (SRG). Petani menurutnya dapat mengeringkan gabah terlebih dahulu lalu disimpan. Kemudian gabah tersebut dititipkan dan disertifikasi di SRG. Sertifikat tersebut dapat dijadikan agunan saat mengajukan pinjaman modal di bank.

Pemkab juga akan berkoordinasi dengan Sub Divre III Bulog Probolinggo untuk membeli gabah petani sesuai HPP, yakni Rp5.113 per kg. “Hal itu dilakukan agar harga gabah tingkat petani stabil dan tidak mengalami fluktuatif  harga, seperti yang terjadi dalam tiga tahun belakangan,” terang Tantri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) setempat Mahbub Zunaidi mengatakan, melimpahnya hasil panen karena disebabkan luas areal tanam tiap tahun selalu meningkat. Jika pada 2013 luas areal tanam seluas 59 ribu hektare, maka pada 2014 meningkat menjadi 60 hektare. “Tahun ini, luas areal tanam kami targetkan bertambah lagi seluas 4 ribu hektare,” ungkapnya. (saw/dik)

Related Search