SKALA INDUSTRI: Tahun 2016 mendatang, Madura diyakini bisa mempunyai satu pabrik pupuk organik milik kelompok usaha Pojur.KM/Ist

Target Bangun Pabrik Pupuk Tahun 2016

1323 views

Upaya Kelompok Pojur membantu meningkatkan potensi pertanian di Madura dipastikan makin besar pada tahun 2016. Di tahun itu, ada target pendirian pabrik pupuk organik yang akan direalisasikan pada bulan ketiga.

 Hairul Anam dan Tabri S Munir, PAMEKASAN

Bambang Priyanto, Eksekutif KUP Pojur yang menangani sektor pertanian dan pupuk menjelaskan jika proses pembangunan

pabrik harus dari awal.

Saat ini, imbuhnya, pihaknya, masih baru saja menyelesaikan proses pembebasan lahan yang berada di Desa Pakandangan Sangrah , Bluto Sumenep.

Pabrik Pupuk Organik yang akan dibangun tersebut akan berdiri di lahan seluas 2,1 hektare, dengan perincian 1,3 hektare untuk pabrik pupuk organik dan sisanya direncanakan untuk pembangunan gudang penyangga pupuk di Region Madura.

“Selain pupuk organik, kami juga akan bergerak di gudang penyangga pupuk region Madura. Rencananya akan berdiri di satu lahan di lokasi pabrik,” ulas Bambang.

Mengingat operasi pabrik pupuk organik akan mulai dilaksanakan pada bulan ketiga tahun 2016, Bambang mengungkapkan jika pihaknya membuka kesempatan seleuas-luasnya pada peternak ataupun kelompok peternak untuk menjadi pemasok bahan baku pupuk organik. Bahan baku yang bisa dikirimkan oleh peternak adalah kotoran sapi dan kotoran ayam.

“Kami membukan kesempatan seluas-luasnya bagi peternak untuk menjadi penyuplai bahan baku. Untuk kotoran sapi, estimasi harga saat ini di patok sebesar 225 ribu rupiah perton. Sementara untuk kotoran ayam dipatok sebesar 250 ribu rupiah pertonnya,” ulas Bambang.

Kebutuhan bahan baku, jika hanya gunakan satu mesin dengan dua kali shift paling sedikitnya 10 ton. Hal itu, menurut Bambang, karena mesin yang akan didatangkan kemampuan produksinya sebanyak satu ton perjam.

“Rencananya, mesin akan hidup selama 16 jam dengan dua kali shift. Target produksi perharinya adalah 1 ton atau dalam setahun target produksinya 4800 ton untuk satu mesin,” imbuh Bambang.

Target tersebut akan makin besar jika nantinya pabrik mengoperasikan dua mesin. Lalu, bagaimana dengan ketersediaan bahan baku di Madura?

Dalam estimasi Bambang, sebagaimana rekap jumlah ternak dan peternak di Madura, bahan baku diprediksi melimpah. Namun demikian, Bambang merinci, meski bahan melimpah, pihaknya menguatikan pasokan bahan baku tidak berjalan lancar jika hanya mengandalkan pemasok tertentu.

“Makanya, kami buka kesempatan seluas-luasnya bagi pertenak di Madura untuk menjadi pemasok bahan baku,” tegas   Bapa satu anak tersebut.

Tidak semua bahan baku utama berupa kotoran sapid an kotoran ayam bisa dipasok ke pabrik. Terdapat standar baku yang diberlakukan agar bahan baku bisa masuk ke pabrik.

“Hal yang paling utama adalah kekeringan kotoran ayam maupun sapi. Kadar airnya minimal sudah susut 50 persen daripada saat basah. Untuk itu tester khusus yang akan mengecek kekeringan pasokan bahan baku,” pungkas Bambang. (bersambung)

Related Search