NGETEM: Keberadaan Angkutan umum yang parkir di Jalan Kabupaten dan Jalan Amin Jakfar selama ini jadi sumber kemacetan.KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

‘Terminal Ilegal’ Tak Kunjung Tertangani

147 views

KORANKABAR.COM(PAMEKASAN)-Penataan di perempatan Jalan Kabupaten tak bisa tuntas dalam 3 tahun terakhir. Sejak tahun 2012 lalu, keberadaaan terminal bayangan di sekitar sisi Jalan Kabupaten dan Jalan Amin Jakfar tak bisa terselesaikan. Terdapat dua trayek angkutan umum yang menempati lokasi tersebut seolah sebagai terminal pemberhentian.

Kepala Dishubkominfo Moh Zakir mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan intansi terkait, seperti Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan untuk melakukan penertiban. Namun, tak bisa membuat mereka jera. Pihaknya juga meminta bantuan Satpol PP untuk menertibkab PKL di lokasi itu yang menciptakan konsentrasi keramaian, namun juga tidak mempan.

“Kalau terminal bayangan itu tidak ada, yang ada pelanggar. Ya sebenarnya sudah terus dilarang dan diingatkan, tapi mereka tetap melanggar,” keluhnya.

Dua jalur di perempatan yang mengarah ke utara dan barat ditempati ngetemnya angkutan umum antar-kota dan antar-kecamatan. Di jalur ke arah utara atau Jalan Amin Jakfar, separuh lajur kiri jalan ditempati ngetem angkutan umum antar-kota dari barat menuju Terminal Lawangan Daya, sementara di jalur ke barat atau Jalan Kabupaten ditempati ngetem angkutan umum jurusan Kecamatan Proppo.

Angkutan umum yang mangkal di Jalan Kabupaten, rupanya berpelat hitam. Mereka juga dianggap tidak melanggar karena berhenti di tempat parkir. Dishubkominfo kemudian memasang rampu dilarang memutar, karena lokasi tersebut pusat kemacetan di Pamekasan, namun tetap dilanggar.

Menurut Zakir, hal itu soal kesadaran masayarakat yang kurang. Pihaknya tidak berwenang melakukan tindakan. Dishubkominfo Pamekasan hanya mengatur lalu lintas agar tidak macet. Penindakan adalah tugas kepolisian. Terkait masalah itu, juga sudah dikoordinasikan kepada polisi lalu lintas, dan akhirnya ada penjagaan.

“Kalau masih melanggar, itu soal kesadaran mereka yang memang kurang. Petugas kepolisian selalu berjaga kok. Tapi kalau tidak ada, ya mereka (sopir angkutan, red) melanggar lagi,” tandasnya. (waw/anm)

Related Search