Dr. Bastari menyampaikan gambaran pelaksanaan program SBSNP di depan sekitar 280 peserta yang dilatih menerapkan praktik pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah. (KM/IST)

USAID Dukung Pengembangan Program SBSNP

567 views

KORANKABAR (SURABAYA)-Pusat Peningkatan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP Kemendikbud bekerjasama dengan USAID PRIORITAS melatih lebih dari 280 fasilitator yang dipersiapkan untuk melatih dan mendampingi guru dan kepala SMP SBSNP di 33 provinsi di seluruh Indonesia, 14-16 Juni.

Acara tersebut bertujuan memperkuat program pengembangan Sekolah Berbasis Standar Nasional Pendidikan (SBSNP). ”Kami bekerjasama dengan USAID PRIORITAS untuk memperkuat praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah(MBS) dalam rangka pengembangan SBSNP,” kata Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP Kemendikbud Dr.Bastari.

Dalam kegiatan bertajuk Capacity Building Tingkat Nasional Praktik Baik Proses Pembelajaran, diharapkan dapat membantu para peserta yang berasal dari LPMP, Dinas Pendidikan, dan LPTK dalam mendampingi guru dan kepala sekolah mengimplementasikan standarisi, standarproses, standarpenilaian, dan standarpengelolaan sebagai bagian program dalam mewujudkan SBSNP.

Menurut Bastari, SBSNP merupakan program PPMP BPSDMPK-PMP Kemendikbud untuk meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Pelatihan ini merupakan bagian dari program penjaminan mutu pendidikan agar mutu sekolah mencapai standar nasional pendidikan.

”Kami melatih para fasilitator yang terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, widyaiswara LPMP, dan dosen LPTK. Mereka akan melatih lebih dari 400 SMP yang akan melaksanakan program SBSNP dalam rangka mempercepat pencapaian standar nasional pendidikan yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia agar dapat meningkatkan efektivitas mutunya dan menjadi contoh sekolah lain,” katanya.

Saat ini, 81 wali kota dan bupati telah menandatangani MoU sebagai komitmen untuk melaksanakan program SBSNP. PPMP BPSDMPK-PMP Kemendikbud juga bekerjasama dengan 37 LPTK yang para dosennya ikut melatih dan melakukan pendampingan kepada sekolah dalam program SBSNP agar memenuhi delapan standar nasional pendidikan.

Direktur South East Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) Secretariat Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto yang hadir dalam pembukaan menyebut peningkatan kualitas proses pembelajaran merupakan cara efektif untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif.

”Jejaring mutu antarsekolah di Asia Tenggara saat ini sedang kami rintis untuk mengurangi disparitas kualitas pendidikan antarnegara. Program ini juga menjadi sarana untuk saling belajar bersama melalui program South East Asia digital class,” tuturnya.

Sementara Direktur Program USAID PRIORITAS Stuart Weston menyampaikan bahwa capacity building tingkat nasional ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.

”Mutu sekolah sangat bergantung pada kualitas guru. Oleh sebab itu, agar sekolah berkualitas dari segi pembelajaran, sekolah harus mengembangkan keprofesionalan guru secara terus-menerus,” kata Stuart.

Pelatihan capacity building dibagi menjadi dua bagian, praktik pembelajaran dan MBS. Pada pelatihan pembelajaran, peserta difasilitasi untuk mempraktikkan pengembangan keterampilan informasi dalam pembelajaran IPA, IPS, dan bahasa Indonesia, membaca ekstensif dalam pembelajaran bahasa Inggris, serta pembelajaran matematika dalam kehidupan.

Sementara pada materi MBS, peserta dilatih untuk membuat sekolah mengembangkan keprofesionalan guru secara berkelanjutan. Selain itu peserta juga dilatih untuk menguatkan program budaya membaca yang saat ini sudah dicanangkan oleh Menteri Pendidikandan Kebudayaan Anies Baswedan menjadi program nasional. (*)

Related Search