ABRASI: Lahan di sepanjang penambangan pasir Kecamatan Ambunten terkikis akibat dikeruk terus-menerus. F-Pasir Ilegal. KM/AINUL ANWAR

Warga Ambunten Keluhkan Tambang Ilegal

96 views

 

 

KORANKABAR.COM(SUMENEP)-Informasi dari Polsek setempat kepada Polres Sumenep terkait aktivitas penambangan pasir ilegal yang dilaporkan sudah berhenti, diduga tidak sepenuhnya benar. Sebab sejumlah warga Desa Ambunten Tengah mengeluhkan masih adanya pengerukan pasir.

Hal itu disampaikan oleh Imam Santoso, warga Dusun Lebak Desa Ambunten Tengah Kecamatan Ambunten. Ia menuturkan bahwa pasca razia oleh Polres Sumenep beberapa waktu yang lalu, penambang pasir hanya satu minggu berhenti.

“Sekarang sudah beraktivitas lagi. Biasanya mulai pukul 3 sore sampai air laut pasang sekitar pukul 2 malam sampai subuh baru berhenti. Rumah saya dekat dengan lokasi penambangan pasir. Kalau tidak percaya cek ke lokasi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, penambang pasir sebagian besar berasal dari Desa Ambunten Barat dan dibantu warga Desa Ambunten Tengah sendiri. Setiap harinya ada 8-10 truk yang mengangkut pasir dari lokasi penambangan. Harga pasir per truk Rp800 ribu yang sebagian besar dijual ke Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. “Kalau kuli pengangkut pasir ke truk Rp60 ribu,” tuturnya.

Menurut Imam, truk pengangkut pasir itu milik beberapa pengusaha pasir ilegal berinisial S dan M yang diduga orang dekat Kepala Desa setempat. “Prediksi saya Kepala Desa tidak akan berani melarang truk penambang pasir. Sebab pemilik truknya adalah tokoh yang mendukung Kepala Desa. Kemungkinan besar penambang juga sudah kerjasama dengan pihak kepolisian sebab tidak ada lagi razia,” duganya.

Di lain pihak, menurut keterangan tokoh masyarakat Desa setempat berinisial J, mengaku bahwa pihaknya sering melapor kepada Polsek Ambunten. Tapi sampai sekarang tidak pernah ditanggapi.

“Masyarakat sudah beberapa kali melapor ke polisi, tapi jawaban polisi berdalih meminta dukungan massa. Kayaknya polisi bekerjasama dengan penambang pasir, sebab ketika mau melakukan razia malah membunyikan sirine mobil patroli. Otomatis penambang pasir kabur duluan,” urainya.

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin mengatakan bahwa sampai saat ini belum menerima laporan dari Kapolsek di daerah pantura seperti Polsek Ambunten, Dasuk dan Pasongsongan terkait aktivitas penambangan pasir.

“Belum ada informasi lagi. Tapi jika memang ada laporan dari masyarakat tentang adanya penambangan pasir ilegal kami akan koordinasi dengan Satreskrim Polres Sumenep untuk melakukan razia,” janjinya. (aan/h4d)

Related Search