Istimewa

Warga Desa Karduluk Merasa Ditipu Pegawai PLN

1215 views

KOTA-Kebijakan salah satu oknum karyawan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) UPT Prenduan dikeluhkan masyarakat Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan Sumenep. Sebab oknum karyawan tersebut membolehkan pelanggan PLN memindahkan instalasi PLN, tapi ternyata pelanggan dianggap melanggar oleh UPT PLN, sehingga dikenai denda.
Menurut penuturan warga setempat, Aswari, denda tersebut keluar setelah warga memindahkan meteran listrik tanpa laporan terlebih dahulu kepada pihak PLN. Padahal menurutnya, sebelum pemindahan sudah ada jaminan salah satu petugas PLN.
“Pemindahan kilometer (meteran—red.) atas prakarsa petugas PLN sendiri. Bahkan petugas itu menjanjikan jaminan bahwa pemindahan itu tidak melanggar ketentuan,” keluh Aswari.
Denda yang dikenakan PLN kepada warga di desanya, menurut Aswari beragam, tergantung kapasitas daya listrik yang menjadi tanggungannya. Jika dayanya 450 watt, warga diwajibkan bayar denda Rp1.400.000, kalau 900 watt, dendanya Rp2.700.000 dan 1.300 watt, didenda Rp6 juta.
“Kami bersama warga di desa ini merasa dirugikan dengan denda yang harus dibayar. Karena pemindahan itu dilakukan oknum petugas PLN sendiri. Dan yang kami sesalkan, pemindahan itu sudah dilakukan 4 tahun silam. Kenapa baru dikenai kewajiban denda hari ini. Kami merasa telah dibohongi,” urai Aswari.
Bahkan pihaknya mengaku, bersama sejumlah warga Desa Karduluk mendatangi kantor PLN, namun menurut keterangannya, petugas PLN beralasan bahwa kepala UPT PLN Cabang Prenduan sedang berada di luar kota.
Sementara itu, ketika Manajer PLN Rayon Sumenep, Slamet mencoba dihubungi berkali-kali, nomor handphonenya aktif. Namun tidak memberikan respon. (aan/zis)

Related Search