TAK TERURUS: sudah dari dulu rencana pemerintah untuk mengelola tidak kunjung ada kejelasan. Sehingga pihaknya dengan warga enggan menerima masukan dari pemerintah.KM/NURUS SOLEHEN

Warga Enggan Temui Tamu dari Pemerintah

57 views

 

KORANKABAR.COM(PAMEKASAN)-Akibatnya banyaknya umpan janji Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk alih fungsi wisata api tak kunjung dikelola, membuat sejumlah warga enggan menerima tamu yang datang ke tempat wisata menemui seorang pejabat pemerintah.

Hal tersebut diungkap oleh Ali Muhdar penanggung jawab wisata api tak kunjung padam. menurutnya sudah dari dulu rencana pemerintah untuk janji pengelolaannya tidak kunjung ada kejelasan. Sehingga pihaknya dengan warga enggan menerima masukan dari pemerintah.

“Saya sering disini dengan warga, ketika menerima tamu dari pihak pemerintah enggan menemui. Saking kesalnya, sebagian teman ada yang mengusir,” terangnya.

Sebab, rencana Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk pengalihan fungsi pengelolaan Wisata Api Tak Kunjung Padam tampaknya tidak menuai hasil. Pasalnya Pemkab telah berencana menyatukan warga untuk mempertegas pengelolaannya. Namun usaha itu hambar akibat sulitnya memeras kepercayaan warga kepada pemerintah setempat.

Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Kabupaten Pamekasan mengaku pihaknya masih dalam pendekatan kepada masyarakat. Lantaran untuk dikelola pemkab juga butuh kesepakatan dengan warga sekitar. Dari itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak camat.

“Untuk pengelolaan wisata itu tidak hanya dikelola saja, akan tetapi bagaimana warga sekitar juga paham kalau dikelola pemerintah,” terang Kepala Disporabud Pamekasan, Mohamad.

Menurut Mohamad, wisata yang terletak di Desa Larangn Tokol, Kecamtan Tlanakan itu tidak hanya terkendala di infrastruktur jalan. Akan tetapi semua pengelolaan masih belum tersentuh. Selain itu, apabila sudah dilakukan oleh pemkab maka semua master plan di wisata menjadi kebijakan dari pemerintah.

“Karena untuk saat ini, kami merasa sulit menyatukan pemahaman warga. Kami sudah bujuk melalui pihak camat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Tlanakan Kusairi sudah sering mewanti warga agar menyetujui pengelolaan wisata untuk dikelola pemkab. “Karena tidak hanya mengiyakan saja. Akan tetapi disana lahan tanah bukan Cuma milik perorangan. Itu yang dimaksud pihak pemrintah,” katanya. (km29/h4d)

Related Search